Data terbaru mencatat, di Desa Terong terdapat 134 rumah warga mengalami kerusakan, disertai kerusakan pada fasilitas pendidikan dan tempat ibadah.
Sementara itu, di Desa Lamahala sebanyak 70 rumah warga rusak, termasuk fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah.
Di wilayah Solor Selatan, beberapa desa juga mengalami kerusakan rumah dengan kategori sedang hingga ringan.
Akibat bencana tersebut, banyak warga terpaksa mengungsi demi keselamatan, sembari menunggu bantuan dan penanganan lebih lanjut dari pemerintah maupun berbagai pihak.
Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan GMNI Kupang, Arison Rihi, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian nyata mahasiswa terhadap sesama.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
