Yohanes Sason Helan, yang akrab disapa YSH, dikenal sebagai figur kunci di balik ekspansi besar-besaran Kopdit Swasti sari ke berbagai wilayah di Indonesia.
Jaringan kantor cabang bertambah signifikan, pelayanan kepada anggota semakin kuat, dan sistem manajemen keuangan diperbarui secara modern tanpa meninggalkan jati diri koperasi sebagai lembaga berbasis solidaritas dan kebersamaan.
Bagi YSH, memimpin koperasi bukan soal kekuasaan, melainkan tentang pelayanan.
Ia menegaskan bahwa mengelola lembaga keuangan koperasi tidak sama dengan pola birokrasi yang menciptakan jarak antara pimpinan dan anggota.
“Mengelola lembaga koperasi sejatinya adalah pelayanan. Nasabah adalah raja, sementara pengurus dan pengawas adalah pelayan,” tegasnya.
Filosofi inilah yang menjadi fondasi setiap kebijakan yang ia ambil. Baginya, koperasi bukan sekadar institusi bisnis yang mengejar keuntungan, tetapi wadah perjuangan bersama di mana aspek sosial dan bisnis berjalan seimbang, dengan nilai sosial sebagai prioritas utama.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









