Ia menambahkan, selama ini kebutuhan tempe masyarakat masih bergantung pada pasokan dari Kefamenanu. Oleh karena itu, pelatihan ini membuka peluang baru bagi warga untuk memproduksi tempe secara mandiri.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami berharap masyarakat bisa memproduksi tempe sendiri, bahkan mengembangkannya menjadi usaha yang berkelanjutan,” tambah Franidas.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
