Karena itu, Ahmad Solo mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Desa Rorurangga dan wilayah sekitarnya, untuk mendukung serta memanfaatkan keberadaan pasar murah tersebut.
“Kami berharap dukungan dari semua pihak, baik pemerintah desa, tokoh masyarakat, maupun warga agar pasar ini semakin berkembang dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Pulau Ende,” katanya.
Menurut Ahmad Solo, penyediaan beras murah sebanyak satu ton bukanlah program yang dilakukan sekali saja. Pemerintah akan terus berupaya menghadirkan stok beras murah secara berkala sesuai kebutuhan dan permintaan masyarakat.
“Ketersediaan beras murah akan terus kami upayakan sesuai kebutuhan masyarakat. Jika permintaan meningkat, tentu akan kami koordinasikan agar pasokan tetap tersedia,” tambahnya.
Menariknya, pasar murah tersebut tidak hanya diikuti oleh pedagang lokal, tetapi juga diramaikan oleh sejumlah pedagang yang datang langsung dari Kota Ende. Kehadiran para pedagang dari luar daerah menambah variasi barang yang tersedia sekaligus memberikan warna baru bagi geliat perdagangan di Pulau Ende.
Salah seorang pedagang bawang asal Kota Ende, Siti Hartina, mengaku senang dapat berjualan di Pasar Pulau Ende. Meski pada hari pertama jumlah pembeli belum terlalu banyak, ia tetap optimistis pasar tersebut akan berkembang dan semakin ramai ke depannya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
