“Tanah di bawah jembatan sudah banyak yang tergerus. Masyarakat takut sewaktu-waktu ambruk kalau hujan besar datang lagi,” ujar Oktavianus Seldy, Jumat (15/5/2026).
Selain ancaman abrasi, tingginya aktivitas kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari juga dinilai mempercepat kerusakan.
Truk tronton pengangkut material yang rutin melewati jembatan disebut memberi beban berat pada konstruksi yang kini mulai rentan.
Berdasarkan hasil pengamatan warga melalui foto dan video di lokasi, sebagian area penyangga jembatan tampak mengalami pengikisan serius akibat hantaman arus air di bagian bawah konstruksi.
Jembatan tersebut selama ini menjadi jalur vital bagi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga aktivitas perdagangan lintas batas antara Indonesia dan Timor Leste.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
