Jika akses itu terputus, dampaknya diperkirakan akan melumpuhkan aktivitas ekonomi dan transportasi masyarakat di wilayah perbatasan.
Masyarakat pun meminta pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Malaka, hingga pemerintah pusat segera melakukan penanganan darurat sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.
Warga berharap aspirasi tersebut mendapat perhatian serius karena jembatan itu merupakan akses strategis negara.
“Jangan tunggu putus baru diperbaiki. Ini akses negara, bukan jalan biasa,” tegas Seldy, putra asal Sukabisikun.
Warga berharap pemerintah segera membangun talud penahan, memperkuat fondasi jembatan, serta memberlakukan pembatasan kendaraan berat demi mencegah kerusakan semakin meluas.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









