“Kami berharap melalui kegiatan ini para siswa dapat memahami bahaya bullying, memiliki sikap saling menghargai, serta berani melaporkan jika menemukan tindakan perundungan di lingkungan sekolah,” ujar Alexander Dominicollin Alsparsin salah satu mahasiswa pemateri.
Selain memberikan pemahaman mengenai dampak bullying, mahasiswa juga mengajak para siswa untuk membangun budaya pergaulan yang positif dengan mengedepankan sikap toleransi, empati, dan saling menghormati antar sesama.
Pihak SMPK Wawonato menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kehadiran mahasiswa MBKM FISIP UNWIRA yang telah memberikan edukasi penting kepada para siswa. Menurut pihak sekolah, sosialisasi semacam ini sangat dibutuhkan untuk membangun kesadaran bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMPK Wawonato dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dengan menolak segala bentuk perundungan serta turut menciptakan suasana belajar yang kondusif, ramah, dan bebas dari bullying.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk menjadi pelopor sekolah ramah anak serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan penuh rasa saling menghargai. ***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
