4. Sosialisasi kesadaran hukum kepada remaja dan pemuda di masing-masing desa.
5. Larangan berkumpul hingga larut malam di pinggir jalan. Pelanggar akan dibawa ke Polsek untuk dilakukan pembinaan.
6. Pendekatan spiritual terhadap remaja bermasalah, dilakukan oleh Pastor Paroki Besikama dan Pendeta GMIT Maktihan, dengan pengawalan bersama Kapolsek, kepala desa, dan tokoh pemuda.
7. Pemasangan CCTV di jalan umum dan objek vital desa guna membantu pengungkapan tindak pidana.
8. Peningkatan pengawasan oleh kepala desa terhadap aktivitas remaja dan pemuda, mengingat pemerintah desa lebih memahami karakter masyarakatnya sehingga dapat meminimalkan potensi pelanggaran hukum.
Melalui kegiatan Coffee Morning ini, Polsek Malaka Barat berharap terbangun sinergi kuat antara aparat keamanan, pemerintah desa, tokoh agama, dan pemuda demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Malaka Barat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









