Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakannya dengan penuh penghayatan berhasil memukau para peserta yang hadir. Suara merdu dan kemampuan tilawah yang dimilikinya menghadirkan suasana religius sejak awal kegiatan, sekaligus menjadi bukti lahirnya generasi Qurani yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Ende di tingkat daerah.
Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua PCNU Kabupaten Ende dengan pembacaan Surah Al-Fatihah. Pembacaan Ummul Kitab tersebut menjadi simbol harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, penuh keberkahan, dan membawa manfaat bagi seluruh peserta yang hadir.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil untuk para ulama, masyayikh, pendiri Nahdlatul Ulama, guru-guru, serta kaum muslimin dan muslimat yang telah wafat. Suasana semakin khusyuk ketika para peserta bersama-sama melantunkan Mahallul Qiyam dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Lantunan selawat yang menggema di ruang pertemuan Kantor PCNU Ende menghadirkan suasana yang menenangkan dan penuh kekhidmatan. Para peserta tampak larut dalam doa dan pujian kepada Rasulullah SAW, menciptakan nuansa spiritual yang menjadi ciri khas kegiatan-kegiatan MDS Rijalul Ansor.
Memasuki sesi inti, narasumber Drs. H. Abdul Rasyid menyampaikan kajian Kitab Al-Ibanah wal Ifadhah secara mendalam namun tetap mudah dipahami oleh peserta. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai ketentuan mengenai haid, nifas, dan istihadlah, mulai dari definisi, ciri-ciri, batasan waktu, hingga implikasinya terhadap pelaksanaan ibadah seperti salat, puasa, membaca Al-Qur’an, dan amalan lainnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
