Menurutnya, bantuan tersebut diberikan dengan memprioritaskan masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat serta warga di wilayah yang sempat terisolir akibat dampak bencana.
Tak hanya menyalurkan bahan pangan, jajaran Polres Ende juga telah mendistribusikan terpal untuk tempat tinggal sementara serta alas tidur bagi warga yang mengungsi.
Di sisi lain, personel kepolisian terus melakukan upaya pemulihan akses transportasi. Anggota di lapangan dikerahkan untuk membantu membuka sejumlah akses jalan yang tertutup material longsor sehingga mobilitas dan konektivitas antarwilayah dapat kembali berjalan.
“Selain bantuan bahan pangan, terpal untuk tempat tinggal sementara dan alas tidur pengungsi juga telah kami distribusikan. Anggota di lapangan terus bekerja keras membuka akses jalan yang tertutup material longsor agar mobilitas dan konektivitas antarwilayah kembali normal,” jelasnya.
Perhatian Polri juga tidak hanya tertuju pada kebutuhan fisik masyarakat. Untuk membantu memulihkan kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana, tim trauma healing Polres Ende bersama Psikologi Biro SDM Polda NTT turut turun langsung memberikan pendampingan.
Dalam penanganan bencana ini, Polres Ende juga menyiagakan sekitar sepertiga kekuatan personelnya, yakni kurang lebih 150 anggota dari total sekitar 480 personel, untuk memastikan pelayanan, pengamanan dan bantuan kepada masyarakat dapat dilakukan secara optimal.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
