Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa pendampingan psikologis bagi anak-anak merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana.
“Hari ini, melalui tim konselor bersertifikasi dari Bag SDM dan Satlantas, kami memberikan layanan trauma healing kepada 350 siswa-siswi di MIS Fatimiyah, Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk memulihkan keseimbangan emosional dan mental anak-anak yang sempat mengalami rasa takut, waswas maupun kepanikan saat bencana terjadi,” ujar Kapolres Ende.
Menurutnya, pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada pendampingan, tetapi juga menciptakan suasana yang menyenangkan agar anak-anak dapat kembali merasa nyaman berada di lingkungan sekolah.
“Fokus utama kami adalah menghilangkan kecemasan traumatik tersebut melalui pendekatan yang interaktif, edukatif dan humanis, sehingga anak-anak kita dapat kembali beraktivitas, belajar serta tersenyum ceria seperti sediakala,” tambahnya.
Kapolres Ende juga menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan dukungan kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi situasi bencana.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
