Selanjutnya, proses pemotongan dan pembagian daging qurban melibatkan guru-guru, siswa, serta pengurus Rohis (Rohani Islam).
Suasana kekeluargaan semakin terasa melalui kegiatan makan bersama dan pembagian daging qurban kepada masyarakat serta pihak yang membutuhkan.
Kebersamaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa nilai berbagi dan toleransi dapat tumbuh harmonis di lingkungan pendidikan.
Kepala sekolah SMANTIQ, Ishak D. E. Balebasi, S.Pd., dalam wawancaranya mengatakan bahwa kegiatan qurban bukan sekadar perayaan keagamaan semata, tetapi juga bentuk pendidikan karakter bagi seluruh siswa.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan qurban tetapi juga sebagai bentuk aksi nyata bahwa toleransi sangat penting, bukan hanya sekadar bicara tetapi aksi nyata harus diwujudnyatakan. Demikian juga semangat berbagi kepada sesama yang membutuhkan dan ini ditanamkan dalam diri siswa-siswi muslim maupun non muslim. Hal ini juga merupakan bagian dari pendidikan karakter bagi seluruh siswa-siswi SMA Negeri 3 Kupang,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
