NARASITIMOR.COM || Kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan membuat sejumlah warga di Kecamatan Pulau Ende Kabupaten Ende NTT memilih menghabiskan malam di luar rumah. Minggu (16/8/2026).
Warga mendirikan tenda sederhana menggunakan terpal sebagai tempat beristirahat sementara. Mereka memilih berada di ruang terbuka karena masih merasa cemas untuk kembali tidur di dalam rumah setelah merasakan guncangan gempa.
Suasana malam di sejumlah titik permukiman Pulau Ende pun tampak berbeda. Warga berkumpul bersama keluarga, membawa perlengkapan seperlunya, serta menyiapkan tempat tidur sederhana di bawah tenda terpal.
Sebagian warga mengaku masih diliputi rasa takut. Kekhawatiran akan adanya gempa susulan membuat mereka memilih tetap berada di luar rumah hingga kondisi dirasakan lebih aman.
“Untuk sementara kami memilih tidur di bawah tenda terpal karena masih takut masuk rumah. Kami khawatir kalau terjadi gempa susulan,” ujar salah seorang warga.
Dampak Gempa M7,7 Masih Membekas
Kecemasan warga Pulau Ende tidak terlepas dari gempa kuat yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026). Berdasarkan informasi BMKG, gempa tersebut berkekuatan magnitudo 7,7 dan berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Gempa tersebut juga sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diperbarui oleh BMKG.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
