Ia memiliki seorang istri dan dua anak yang harus dipenuhi kebutuhan hariannya. Dengan penghasilan yang tak menentu, Rp600.000 saja tak pernah benar-benar cukup, apalagi ketika kini hanya tersisa Rp223.000.
“Berkebun karena untuk kebutuhan hidup ini, gaji tidak mencukupi,” ucapnya lirih dalam video yang dikutip Jumat, 27 Februari 2026.
Sepulang mengajar, Agusthinus tak langsung beristirahat. Ia menuju kebun, memeras keringat lagi demi menambah pemasukan. Tanah menjadi saksi perjuangannya, sebagaimana papan tulis menjadi saksi pengabdiannya.
Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar tinggi, ia sudah bersiap berangkat. Tak ada kendaraan pribadi.
Ia menumpang truk yang melintas menuju sekolah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









