Warga menyebut, dari periode ke periode pemerintahan, perbaikan jalan tersebut selalu menjadi janji yang tak kunjung direalisasikan.
Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu, terutama para pelajar yang harus melewati jalan berlumpur setiap hari.
Kekecewaan warga akhirnya memuncak. Pada Kamis, 26 Maret 2026, masyarakat setempat melakukan aksi unik dengan menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak dan tergenang air. Aksi ini dipimpin oleh Kepala Dusun berinisial A, Roby Fina.
Aksi tersebut melibatkan berbagai kalangan, mulai dari orang tua, remaja hingga anak-anak sekolah.
Penanaman pohon pisang itu menjadi simbol matinya nurani pemerintah terhadap penderitaan masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
