“Targetnya bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kawasan pesisir harus menjadi pusat produksi dan industri perikanan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menyebut percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di NTT menjadi perhatian khusus. Saat ini, tujuh lokasi telah dibangun di wilayah NTT, dan koordinasi lanjutan akan dilakukan pada 2026 guna memperluas jangkauan program.
Selain pengembangan kampung nelayan, KKP turut mendorong industri garam di Rote dan sejumlah wilayah potensial lain di NTT.
Pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor garam pada akhir 2027, dengan NTT diproyeksikan menjadi salah satu sentra produksi garam nasional.
Pengembangan budidaya udang modern serta rumput laut juga menjadi fokus untuk meningkatkan ekspor dan menciptakan surplus neraca perdagangan daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap NTT.
Ia menilai berbagai program KKP telah membuka lapangan kerja, menurunkan angka kemiskinan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









