Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap persoalan sosial, khususnya perlindungan anak dan kesehatan mental generasi muda.
Ia mengajak gereja untuk turut berperan aktif dalam membina nilai-nilai moral di tengah masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Serena mengajak seluruh jemaat dan masyarakat Kota Kupang untuk menjaga keberagaman sebagai anugerah, serta memperkuat semangat persaudaraan dalam bingkai Kota Kasih.
Sementara itu, gembala jemaat, Pdt. Desiana Rondo Effendy, S.Th., M.Th., menegaskan bahwa Paskah dan HUT ke-28 jemaat menjadi momentum iman yang penting, yakni perjumpaan antara salib dan kebangkitan, antara pergumulan dan pengharapan.
Ia menekankan bahwa kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa, melainkan dasar iman yang mengubah cara pandang umat dalam menjalani kehidupan.
Ia juga mengakui bahwa perjalanan 28 tahun jemaat tidaklah mudah, melainkan penuh dinamika dan tantangan pelayanan. Namun, Paskah mengajarkan bahwa setiap pergumulan memiliki makna, setiap pelayanan diperhatikan Tuhan, dan tidak ada air mata yang terabaikan.
Lebih lanjut, ia mengajak jemaat menjadikan usia ke-28 sebagai momentum untuk bertumbuh menjadi gereja yang berdampak dari sekadar bertahan menjadi mengutus, dari melayani menjadi membangun generasi.
Ia juga menyampaikan komitmen gereja untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk melalui peluncuran website jemaat guna memperluas pelayanan dan jangkauan bagi masyarakat luas.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









