Selain menyoroti persoalan tersebut, mahasiswa juga mempertanyakan sikap LLDIKTI Wilayah XV terkait tindakan mengeluarkan Ketua STIKES Nusantara Kupang, Albert Tulle, dari grup WhatsApp pimpinan perguruan tinggi se-NTT sebanyak tiga kali tanpa penjelasan resmi.
Tindakan tersebut dinilai mahasiswa sebagai bentuk ketidakprofesionalan dalam komunikasi kelembagaan dan dianggap berdampak pada marwah institusi pendidikan.
Mahasiswa juga menyoroti langkah LLDIKTI yang kemudian kembali memasukkan Ketua STIKES ke dalam grup tanpa adanya klarifikasi maupun permintaan maaf secara terbuka.
Bagi BEM, tindakan tersebut menunjukkan tidak adanya keseriusan dalam menyelesaikan persoalan secara transparan dan bertanggung jawab.
Kondisi ini bahkan memicu kecurigaan mahasiswa adanya persoalan yang lebih besar yang sedang disembunyikan oleh pihak LLDIKTI.
Tak hanya itu, mahasiswa juga menilai kehadiran LLDIKTI Wilayah XV dalam berbagai agenda penting kampus sangat minim, termasuk beberapa kali tidak hadir dalam kegiatan wisuda.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









