Tak hanya fokus pada atlet, Hapkindo NTT juga memperkuat fondasi pembinaan. Salah satu langkah strategis adalah rencana membuka dojang di Universitas dr. Sutomo.
Jika terealisasi, fasilitas ini akan menjadi pusat latihan baru sekaligus wadah pengembangan atlet muda. Selain itu, biaya latihan yang selama ini cukup tinggi bisa ditekan.
“Dukungan kampus sangat positif. Mereka bangga dengan prestasi atlet kita,” ungkap Agus.
Hapkindo NTT juga terus menggali potensi dari berbagai wilayah seperti Belu, Sumba Timur, dan Timor Tengah Utara. Atlet-atlet dari daerah ini dinilai memiliki bakat besar yang siap dikembangkan.
Menariknya, meski berlatih di luar daerah, para atlet tetap membela NTT di PON mendatang.
Dengan latihan terstruktur, pengalaman bertanding yang terus bertambah, serta dukungan berbagai pihak, Hapkindo NTT kini menatap PON 2028 dengan penuh percaya diri.
Targetnya jelas bukan sekadar tampil, tetapi membawa pulang emas dan mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di panggung nasional.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
