“Kami ingin mempererat kebersamaan. Umat Hindu berbagi dengan saudara-saudara Muslim. Mereka menyiapkan, kami mendukung dari sisi pendanaan. Ini wujud toleransi yang konkret,” ujarnya.
Selain kegiatan sosial, panitia juga merencanakan Upacara Melasti pada 16 Maret, dilanjutkan dengan Pawai Ogoh-Ogoh dan ritual Tawur Kesanga pada 18 Maret, sehari sebelum Hari Raya Nyepi.
Untuk lokasi pawai, panitia mengusulkan dua alternatif, yakni kawasan El Tari seperti pelaksanaan sebelumnya atau rute menuju Taman Nostalgia (TAMNOS) hingga Patung Kirab Remaja.
Menanggapi usulan tersebut, Wali Kota menyerahkan keputusan teknis kepada PHDI dan otoritas keagamaan Hindu dengan mempertimbangkan faktor keamanan, kapasitas jalan, serta kenyamanan peserta. Ia menekankan pentingnya lokasi yang representatif tanpa menyulitkan panitia.
“Pada prinsipnya saya mendukung. Yang terpenting representatif dan tidak menyusahkan panitia. Jika kawasan Taman Nostalgia memadai, silakan. Justru itu bisa menggerakkan UMKM dan menghidupkan ikon kota,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
