Indeks

Alarm Bahaya! Komodo Jadi Komoditas Ilegal di Manggarai Timur

Reporter : Yan Bere Editor: Redaksi
Direktur WALHI NTT : Yuvensius Stefanus Nonga, S.H.M.H

Di saat yang sama, negara terlihat lebih fokus pada pengembangan pariwisata premium di kawasan konservasi, sementara perdagangan ilegal terus berlangsung tanpa kontrol efektif.

Kasus ini juga mengindikasikan adanya jaringan lintas daerah yang memanfaatkan celah pengawasan.

Perpindahan komodo dari Manggarai Timur ke kota besar seperti Surabaya hingga ke luar negeri menunjukkan lemahnya kontrol di jalur distribusi satwa liar. Ini merupakan masalah struktural, bukan sekadar kesalahan teknis.

Lebih jauh, pendekatan konservasi yang eksklusif dan cenderung represif justru memperlebar jarak antara negara dan masyarakat.

Alih-alih menjadi mitra dalam menjaga habitat, masyarakat sering kali dipinggirkan. Dalam kondisi tersebut, keterlibatan dalam praktik ilegal kerap menjadi pilihan terpaksa akibat tekanan ekonomi dan minimnya alternatif.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama NarasiTimor.Com Dengan WALHI NTT. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab WALHI NTT.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version