Di saat yang sama, negara terlihat lebih fokus pada pengembangan pariwisata premium di kawasan konservasi, sementara perdagangan ilegal terus berlangsung tanpa kontrol efektif.
Kasus ini juga mengindikasikan adanya jaringan lintas daerah yang memanfaatkan celah pengawasan.
Perpindahan komodo dari Manggarai Timur ke kota besar seperti Surabaya hingga ke luar negeri menunjukkan lemahnya kontrol di jalur distribusi satwa liar. Ini merupakan masalah struktural, bukan sekadar kesalahan teknis.
Lebih jauh, pendekatan konservasi yang eksklusif dan cenderung represif justru memperlebar jarak antara negara dan masyarakat.
Alih-alih menjadi mitra dalam menjaga habitat, masyarakat sering kali dipinggirkan. Dalam kondisi tersebut, keterlibatan dalam praktik ilegal kerap menjadi pilihan terpaksa akibat tekanan ekonomi dan minimnya alternatif.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









