Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Alarm Bahaya! Komodo Jadi Komoditas Ilegal di Manggarai Timur

Avatar photo
Reporter : Yan Bere Editor: Redaksi
Direktur WALHI NTT : Yuvensius Stefanus Nonga, S.H.M.H

WALHI Nusa Tenggara Timur menilai kasus ini sebagai momentum untuk mengevaluasi arah kebijakan konservasi di Indonesia.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Perlindungan komodo tidak cukup hanya di kawasan konservasi formal, tetapi harus mencakup seluruh ekosistem sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian utama dari strategi perlindungan.

Baca Juga :  Waspada! Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang Diprediksi Terjang Wilayah NTT hingga Malam

Negara perlu menghentikan pendekatan konservasi yang elitis dan terpisah dari realitas sosial. Selama ketimpangan ekonomi terus dibiarkan dan masyarakat tetap dimarjinalkan, perdagangan satwa dilindungi akan terus terjadi.

Baca Juga :  Tanggapi Kritik DPRD, Kadis Pertanian Malaka Ancam Blacklist Warga Tak Manfaatkan Lahan Olahan

WALHI NTT mendesak negara untuk bertanggung jawab dengan memperluas perlindungan habitat komodo di luar kawasan konservasi, memperkuat penegakan hukum hingga ke aktor utama dalam jaringan perdagangan, serta memastikan keadilan ekonomi bagi masyarakat di wilayah sumber eksploitasi.***

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama NarasiTimor.Com Dengan WALHI NTT. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab WALHI NTT.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com

+ Gabung

  • Bagikan