Dengan pengelolaan yang baik, berbagai sektor usaha masyarakat dapat berkembang, pendapatan keluarga meningkat, serta upaya penurunan kemiskinan dan stunting dapat dipercepat.
“Penguatan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan produksi pertanian, peternakan, perikanan, pengembangan UMKM, akses permodalan, serta perluasan pasar akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat. Ketika pendapatan keluarga meningkat, kemampuan keluarga untuk menyediakan pangan bergizi, layanan kesehatan, serta lingkungan hidup yang layak juga akan semakin baik,” tambah Gubernur Melki.
Sementara itu, Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa tren angka kemiskinan di Kabupaten Sumba Timur menunjukkan penurunan setiap tahun.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di daerah tersebut pada tahun 2025 tercatat sebesar 25,64 persen atau sekitar 70.350 jiwa. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 27,04 persen.
“Meskipun mengalami penurunan, kita harus jujur mengakui bahwa angka ini masih menempatkan Sumba Timur sebagai salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Provinsi NTT,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









