“Kami datang untuk melihat langsung kondisi kedua kapal ini. Kapal-kapal tersebut sebelumnya diparkir di Hansisi, namun akibat angin kencang beberapa hari lalu, jangkar kapal putus dan terseret arus hingga sampai di sini. Syukurlah kapal ini terdampar di pantai. Jika sampai terbawa ke Samudra Hindia, tentu akan sulit dilacak,” jelas Johni Asadoma.
Ia menambahkan, setelah kondisi cuaca kembali normal, pihaknya akan melakukan asesmen menyeluruh terhadap kedua kapal guna memastikan tingkat kerusakan serta potensi yang masih dapat dimanfaatkan.
“Kalau laut sudah tenang dan tidak ada badai atau angin kencang lagi, kita akan lakukan penilaian menyeluruh. Kita lihat apakah kapal ini masih bisa dioperasikan, disewakan ke pihak ketiga, atau bahkan dijual. Kondisi kapal cukup parah, ada sejumlah kerusakan, termasuk lambung yang sudah bocor,” ujarnya.
Johni berharap, jika nantinya kapal-kapal tersebut dapat disewakan atau dilelang, hasilnya bisa menjadi tambahan pendapatan daerah yang kemudian dialokasikan untuk program-program prioritas Pemprov NTT, terutama yang menyentuh pelayanan dasar masyarakat seperti penanganan kemiskinan dan stunting.
Selain KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu, Pemprov NTT juga memiliki tiga kapal lainnya, yakni Baswara 1, Baswara 2, dan Kapal Sasando.
Pemerintah akan membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk pengelolaan, baik melalui skema sewa maupun penjualan, guna mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah tersebut.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
