“Kami ingin masyarakat mampu mengolah potensi yang ada di sekitar menjadi produk bernilai gizi tinggi sekaligus bernilai ekonomi. Tempe dari kacang lokal ini bisa menjadi solusi nyata,” ujarnya.
Selain pelatihan teknis pembuatan tempe, kegiatan ini juga diarahkan untuk membuka peluang usaha rumah tangga berbasis pangan lokal.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan pangan dari luar daerah.
Tim KKNT disambut langsung oleh Sekretaris Desa Bijeli, Franidas B. Nenometa, yang mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai sangat relevan dengan kondisi desa.
“Desa Bijeli merupakan salah satu penghasil kacang di Kabupaten TTS. Namun selama ini pemanfaatannya belum maksimal. Masyarakat biasanya hanya menggunakan kacang sebagai campuran jagung katemak, jagung bose, atau nasi kacang,” ungkapnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









