Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mafia Kuota Sapi TTS Terbongkar? Sosok Non-Birokrat Diduga Jadi Pengendali

Avatar photo
Reporter : Erick Hello Editor: Redaksi
Ilustrasi Kouta Sapi

Di sisi lain, hasil penelusuran di lapangan mengindikasikan dugaan praktik yang lebih serius.

Untuk mendapatkan kuota sapi, pengusaha disebut-sebut harus membayar sejumlah uang. Nilainya berkisar Rp300 ribu per ekor, tergantung jumlah sapi yang diperoleh.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Informasi ini masih dalam tahap investigasi lanjutan. Wartawan mengaku telah mengantongi sejumlah bukti awal terkait dugaan transaksi tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan oknum lain dalam pengendalian distribusi kuota sapi di TTS.

Baca Juga :  Darurat Cuaca Ekstrem! Hujan Tanpa Henti, Kota Betun Dikepung Genangan Air

Sementara itu, sosok yang disebut dalam RDP, Seto Tatengkeng, telah dihubungi untuk dimintai klarifikasi. Namun, ia belum memberikan penjelasan rinci dan memilih untuk bertemu langsung.

Baca Juga :  Yayasan CIS Timor Indonesia Audiensi dengan Komisi II DPRD TTS, Ini Yang di Bahas!

“Nanti kita ketemu langsung saja,” ujarnya singkat melalui sambungan WhatsApp, Kamis (2/4/2026) sore.

Situasi ini memicu kekhawatiran serius terhadap tata kelola distribusi ternak di daerah.

Dugaan adanya jalur tidak resmi tidak hanya merusak sistem yang seharusnya transparan dan akuntabel, tetapi juga membuka peluang praktik rente serta penyalahgunaan kewenangan.

Baca Juga :  Viral! Siswi SMP di Desa Hane Berani Bongkar Kondisi Jalan Rusak yang Memprihatinkan

RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi II DPRD TTS, Semuel Sanam, bersama sejumlah anggota dewan lainnya. Dari pihak Dinas Peternakan turut hadir Plt Kadis drh. Marthen J.K Banunaek beserta jajaran terkait.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com

+ Gabung

  • Bagikan