Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Optimalkan Lahan Tidur, Gubernur NTT Gandeng Petani Milenial Alumni AICAT Israel

Avatar photo
Reporter : Bung Yan Editor: Redaksi
Gubernur NTT rapat virtual Bersama Para Alumni para petani milenial alumni AICAT

Selama ini, pola yang terjadi di sektor pertanian masih terbatas pada proses tanam, panen, lalu langsung dijual tanpa melalui tahapan pengolahan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Ke depan kita harus ubah skema itu. Bukan lagi hanya tanam, panen, jual, tetapi menjadi tanam, panen, olah, kemas, jual atau TAPA OKE JU. Dengan cara itu, nilai tambahnya akan lebih besar bagi petani,” jelasnya.

Melki juga mencontohkan Israel sebagai negara yang berhasil mengembangkan teknologi pertanian secara efektif meskipun memiliki keterbatasan lahan.

“Kita bisa belajar dari Israel yang mampu mengembangkan teknologi pertanian secara luar biasa dan menghasilkan berbagai produk bernilai tambah tinggi, bahkan dari lahan yang terbatas,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong terbangunnya koneksi antara alumni AICAT dengan pemerintah daerah, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta berbagai pihak lainnya guna memperkuat ekosistem pertanian di NTT.

Baca Juga :  Pemda Malaka Respon Cepat Kondisi Lansia di Desa Weoe, Wakil Bupati HMS Pastikan Bantuan Segera Disalurkan

Menurutnya, berbagai ilmu yang diperoleh para alumni selama belajar di Israel, seperti sistem irigasi tetes (drip irrigation), irigasi berbasis Internet of Things (IoT), smart farming, serta teknik budidaya lahan kering, sangat relevan untuk diterapkan di wilayah NTT yang memiliki keterbatasan air.

“Metode intensif ini bisa memaksimalkan hasil pertanian di wilayah dengan keterbatasan air seperti di NTT. Implementasinya perlu dikolaborasikan dengan membangun ekosistem yang kuat hingga tingkat desa dan kelurahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan gubernur, khususnya terkait peningkatan produksi dan kualitas hasil pertanian.

“Kami siap menjalankan arahan bapak gubernur, terutama dalam upaya meningkatkan produksi pertanian dengan tetap memperhatikan kuantitas dan kualitas hasil produksi,” katanya.

Baca Juga :  Tak Disangka! Dukungan OVOP Bikin Sampah Plastik Punya Nilai Jual

Dalam sesi dialog, sejumlah alumni AICAT juga menyampaikan berbagai kondisi yang dihadapi petani di lapangan.

Pendamping lapangan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Jhorland Oleng, mengungkapkan bahwa beberapa desa binaan masih menghadapi kendala ketersediaan air, terutama untuk budidaya komoditas hortikultura seperti tomat dan cabai.

“Kami melakukan pendampingan di beberapa desa binaan, namun kendala utama yang dihadapi petani adalah keterbatasan air, khususnya untuk tanaman tomat dan cabai,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku agribisnis kakao dan kopi di Kabupaten Ende, Okta Bili, menyoroti perlunya peningkatan pendampingan bagi petani tanaman perkebunan berumur panjang seperti kakao dan kopi.

Ia juga menilai harga komoditas di pasar masih sangat fluktuatif sehingga petani sering menghadapi ketidakpastian pendapatan.

“Sentuhan penyuluh pertanian untuk tanaman umur panjang seperti kakao dan kopi masih terbatas. Selain itu, harga di pasar juga sangat variatif sehingga petani membutuhkan sistem yang lebih stabil,” katanya.

Baca Juga :  Kupang Lampion Food Street Market 2026 Jadi Surga Kuliner dan UMKM

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gubernur Melki menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan fokus pada dua hal utama, yaitu peningkatan produksi serta pengembangan hilirisasi pertanian.

“Kita fokus pada peningkatan produksi dan hilirisasi. Teknologi yang kita gunakan harus mampu meningkatkan nilai produksi kita,” tegasnya.

Melki berharap forum pertemuan dengan para alumni AICAT ini dapat menjadi ruang kolaborasi untuk mencari solusi bersama dalam pengembangan sektor pertanian di NTT.

“Saya berharap melalui forum ini kita bisa menemukan solusi bersama dan bekerja dengan semangat yang sama. Jika kita terhubung dan bersinergi, maka target peningkatan produksi pertanian di NTT akan lebih mudah dicapai,” tutupnya.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com

+ Gabung

  • Bagikan