Ia menyebutkan, anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu demi masa depan yang lebih baik.
Junaidin juga menyoroti masih adanya hambatan ekonomi yang membuat sebagian anak di NTT terancam kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan yang layak.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bagi semua pihak agar lebih peka dan bertanggung jawab.
“Ketika anak-anak kehilangan akses pendidikan karena kemiskinan, itu artinya sistem kita belum sepenuhnya hadir. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Junaidin menyampaikan bahwa PSI NTT merasa terpanggil untuk terlibat aktif dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









