“Masuknya jam setengah tujuh pagi. Numpang truk, lalu keluar nunggu truk lagi di depan numpang ke Batu Esa,” tuturnya.
Perjalanan itu mungkin terasa biasa bagi sebagian orang. Namun bagi Agusthinus, itu adalah jalan panjang menuju ruang kelas tempat ia menanam harapan pada anak-anak didiknya.
“Kita sudah mengabdi, walaupun gaji begitu, kita menerima,” katanya tegar.
Kalimat itu sederhana, namun sarat makna. Ia bertahan bukan semata karena pekerjaan, melainkan karena panggilan hati untuk mendidik.
Video tersebut telah diputar lebih dari 9 juta kali dan menuai lebih dari 28 ribu komentar. Ribuan warganet menyampaikan rasa haru dan doa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









