Ia berharap Ramadhan menjadi momentum menghadirkan ketenangan hati, kejernihan berpikir, serta keberkahan bagi keluarga dan usaha masyarakat.
Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan waktu yang tepat untuk membersihkan hati, memperkuat kesabaran, dan meningkatkan kepedulian sosial.
Ia menilai bazar tersebut sebagai wujud nyata kebersamaan dan solidaritas antar warga. Selain menjadi ruang transaksi ekonomi, kegiatan ini juga menjadi tempat mempererat hubungan antar umat beragama di Kota Kupang.
Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, berkomitmen mendorong perputaran ekonomi berbasis masyarakat.
Ia mencontohkan program Sabohak dan Sunday Market yang dinilai mampu menggerakkan ratusan UMKM dengan capaian omzet miliaran rupiah dalam beberapa bulan terakhir.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
