Gerakan ini dihadirkan sebagai wadah pembinaan dengan pendekatan edukatif dan spiritual untuk menjembatani generasi muda menuju masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.
“Kami ingin merangkul, bukan menghakimi. Jika ada pelajar yang terdampak, kami siap memfasilitasi melalui ruang konseling yang didukung tenaga profesional seperti dokter, psikolog, konselor, dan rohaniawan,” jelas Valerio.
Ia menjabarkan tiga program utama yang akan dijalankan. Pertama, penyelenggaraan event “Pasca Pelajar” pada 16 April mendatang dengan target hingga 1.000 pelajar SMP dan SMA sebagai langkah awal pembinaan.
Kedua, roadshow dan edukasi ke sekolah-sekolah terkait isu HIV/AIDS, kesehatan mental, serta penguatan identitas remaja.
Ketiga, pendampingan dan layanan konseling bagi remaja yang terdampak kekerasan seksual maupun persoalan kesehatan reproduksi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
