“Gereja memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjadi terang dan garam, pembawa damai, serta penjaga nilai-nilai persaudaraan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Serena juga menyinggung rencana pelaksanaan Pawai Paskah yang akan digelar keesokan harinya sebagai simbol kebersamaan dan toleransi di Kota Kupang.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan umat Kristiani, tetapi juga mendapat partisipasi dari berbagai elemen masyarakat lintas agama.
Ia turut mencontohkan suasana kebersamaan saat bulan Ramadan, di mana masyarakat lintas agama bersama-sama meramaikan tradisi berburu takjil. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa Kota Kupang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kerukunan.
“Kota Kupang adalah Kota Kasih, rumah bersama yang penuh toleransi. Ini terbukti dengan berbagai capaian penghargaan sebagai kota toleran dalam satu dekade terakhir,” jelasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
