Menurutnya, Kupang telah dikenal sebagai salah satu kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan inklusivitas.
“Keberagaman di Kota Kupang bukan penghalang, melainkan kekuatan. Perbedaan bukan menjadi jarak, tetapi justru menjadi jembatan yang memperkuat persatuan kita sebagai masyarakat,” tegasnya.
Wali Kota menambahkan, PHBI tidak hanya berperan sebagai penyelenggara kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai penjaga nilai dan harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.
Ia menjelaskan bahwa harmoni tidak berarti menyeragamkan perbedaan, melainkan menciptakan keseimbangan di tengah keberagaman. Setiap individu memiliki keunikan masing-masing yang tidak bisa disamakan, namun dapat dipersatukan dalam harmoni yang indah.
“Harmoni itu bukan sama, tetapi seimbang. Seperti nada dalam sebuah lagu yang berbeda-beda namun berpadu menghasilkan irama yang indah. Begitu juga seperti lukisan dengan beragam warna yang ketika dipadukan dalam satu kanvas menjadi karya yang indah,” jelasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
