“Iman tidak hanya diwujudkan dalam doa, tetapi juga dalam tindakan nyata seperti persaudaraan dan solidaritas.
Kegiatan yang dilakukan PHDI, mulai dari donor darah, berbagi takjil hingga pawai ogoh-ogoh, merupakan bentuk iman yang hidup,” ujarnya.
Mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju,” ia menekankan pentingnya harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, harmoni bukan berarti keseragaman, melainkan keseimbangan dalam perbedaan yang saling melengkapi.
Ia juga menggambarkan Kota Kupang sebagai kanvas besar yang dipenuhi warna-warni keberagaman, membentuk lukisan indah toleransi dan inklusivitas.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
