Indeks

Tak Disangka! Dukungan OVOP Bikin Sampah Plastik Punya Nilai Jual

Reporter : Bung Yan Editor: Redaksi
Wali Kota Kupang Bersama Gubernur NTT dan Kelompok Usaha Ecofun BS

Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar dengan skema dukungan rata-rata Rp20 juta per desa atau kelurahan, yang difokuskan pada lahirnya satu produk unggulan sebagai identitas lokal.

“Program ini bukan kegiatan seremonial semata, tetapi harus menghasilkan produk akhir yang jelas dan menjadi kebanggaan daerah. Kita ingin setiap desa dan kelurahan memiliki produk unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Ia mencontohkan pelaksanaan program di Desa Bolok yang berhasil melahirkan produk olahan khas sebagai bagian dari penguatan UMKM lokal. Di Nunbaun Sabu, Gubernur mengaku terkesan dengan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi sofa bernilai jual dan secara spontan memesan tiga set sofa sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal.

“Jika bisa diproduksi sendiri, mengapa harus membeli dari luar? Perputaran uang harus terjadi di NTT. Bayangkan jika setiap ASN menyisihkan Rp100 ribu setiap bulan untuk membeli produk UMKM lokal, dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian daerah,” tegasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Viktorius Manek, menjelaskan bahwa bantuan sarana dan prasarana Program OVOP diserahkan kepada Kelompok Usaha Ecofun BS di Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version