Peningkatan ini juga diiringi perluasan cakupan penerima dari desil 1–3 menjadi desil 1–4. Program ini dinilai tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam membangun Kota Kupang.
Ia mengibaratkan pembangunan sebagai perjalanan panjang yang membutuhkan kerja sama dan solidaritas agar tujuan bersama dapat tercapai.
Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTT, Arahim K. Kanam, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas dukungan terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan.
Ia menyebutkan bahwa peluncuran di Kota Kupang menjadi penyaluran perdana di NTT untuk tahun 2026.
Program bantuan pangan tahun ini merupakan alokasi Februari–Maret 2026 dengan target penyaluran 100 persen kepada seluruh penerima. Setiap penerima manfaat mendapatkan beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter.
Data penerima mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial, dengan cakupan yang diperluas hingga desil 1–4.
Secara keseluruhan di NTT, jumlah penerima meningkat dari 605.391 menjadi 837.612 orang, sementara di Kota Kupang naik dari 21.203 menjadi 39.809 penerima.
Distribusi bantuan juga didukung sistem digital berbasis aplikasi yang memungkinkan pemantauan secara real time oleh pemerintah pusat, sehingga menjamin transparansi dan akuntabilitas penyaluran.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









