Ia menegaskan bahwa pencanangan Zona Integritas menuju WBBM tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai komitmen moral kepada masyarakat untuk memberikan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berintegritas.
“Bagi saya ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah bentuk jaminan kepada publik bahwa BBPOM akan memberikan pelayanan yang profesional, transparan, dan penuh integritas,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengutip pemikiran sastrawan Inggris, C. S. Lewis, tentang makna integritas. Menurutnya, integritas adalah sikap melakukan hal yang benar meskipun tidak ada yang mengawasi.
“Integrity is doing the right thing even when no one is watching. Ini yang selalu saya sampaikan kepada para ASN di Kota Kupang,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa dengan jumlah aparatur sipil negara yang hampir mencapai 9.000 orang, tidak mungkin seorang kepala daerah mengawasi seluruh pegawai setiap saat. Karena itu, budaya integritas harus tumbuh dari kesadaran pribadi setiap aparatur.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
