NARASITIMOR.COM || Data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) disebut masih belum sinkron.
Perbedaan data antara hasil pendataan lembaga pendidikan nonformal dengan data pendidikan formal menjadi perhatian dalam rapat Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang digelar di ruang Bidang Pendidikan Nonformal (PNF), Jumat (17/7/2026).
Rapat tersebut dipimpin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Apris Manafe, SE., M.Si., melalui Kepala Bidang Pendidikan Nonformal (PNF), Darius Stenly Tunu, S.Tp., M.Tr.I.P.
Dalam rapat, Darius menjelaskan bahwa jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten TTS yang beredar saat ini sangat berbeda dengan hasil pendataan yang dilakukan Bidang PNF bersama lembaga PKBM.
Menurutnya, salah satu penyebab perbedaan data adalah masih adanya nama peserta didik yang telah lulus sekolah namun tetap tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga memengaruhi akurasi jumlah ATS.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









