Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Diklaim untuk Tempat Tinggal, Tanah Warisan di Benahe Malah Dibangun Gedung PAUD

Avatar photo
Reporter : Alfonso Molo Editor: Redaksi
Diklaim untuk Tempat Tinggal, Tanah Warisan di Benahe Malah Dibangun Gedung PAUD

Diklaim untuk Tempat Tinggal, Tanah Warisan di Benahe Malah Dibangun Gedung PAUD

NARASITIMOR.COM — Pembangunan gedung PAUD Sinar Kasih di Benahe, Desa Barene, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, menuai sorotan. Persoalan utama yang mencuat adalah penggunaan tanah warisan yang dipersoalkan pihak keluarga, sementara pembangunan tersebut disebut tidak mendapat dukungan warga setempat.

Maria Bano, yang disebut sebagai pewaris tanah, mengaku tanah tersebut diberikan untuk tempat tinggal, bukan untuk pembangunan fasilitas umum seperti gedung PAUD. Karena itu, ia mempersoalkan penggunaan tanah tersebut sebagai lokasi pembangunan fasilitas pendidikan.

Baca Juga :  HMS dan Seorang Anak di Tengah Perarakan Bunda Maria, Potret Kesederhanaan Tanpa Sekat

Keberatan juga disampaikan Simon Seran Ulu, paman kandung Kepala PAUD Karolina Seuk Bria. Sejumlah warga setempat turut mempertanyakan dasar pembangunan tersebut dan mengaku tidak mengetahui secara jelas proses yang mendahului masuknya alat berat untuk melakukan penggusuran.

Selain persoalan tanah, warga juga mempertanyakan keberadaan peserta didik dan aktivitas belajar mengajar di PAUD Sinar Kasih.

Baca Juga :  Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMP Pelita Hati di Baumata Barat Gelar Sertijab Kepala Sekolah

Yuliana Tei Seran, mantan guru PAUD sekaligus Kepala Dusun Benahe, mengatakan kegiatan belajar mengajar sebelumnya berlangsung di rumahnya. Namun, setelah dirinya berhenti mengajar, aktivitas pendidikan di PAUD tersebut disebut tidak lagi berjalan seperti sebelumnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com

+ Gabung

  • Bagikan