Winston Rondo menyebut Kabupaten Belu bukan sekadar wilayah administratif, melainkan halaman pertama Indonesia. Posisi strategis Pos Lintas Batas Negara Motaain disebutnya sebagai simbol harga diri bangsa di perbatasan.
“Ketika orang melintasi Motaain, yang mereka lihat bukan hanya gerbang perbatasan, tetapi harga diri bangsa,” ujarnya.
Winston yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT mengakui Belu tengah menunjukkan kemajuan. Pertumbuhan ekonomi, geliat perdagangan lintas batas, serta pembangunan infrastruktur dinilai semakin membaik.
Namun ia mengingatkan, kemajuan tersebut harus melibatkan generasi muda sebagai aktor utama, bukan sekadar penonton. Jika masih ada ruang yang belum maksimal, maka di situlah GAMKI harus hadir secara bermakna.
Dalam kesempatan itu, Winston menegaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan bukan hanya seremoni administratif, melainkan kontrak moral.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









