“Nasionalisme tidak hanya berdiri di perbatasan. Nasionalisme juga tumbuh dari tanah yang kita olah dengan tangan kita sendiri,” tegasnya.
Winston optimistis Belu mampu menjadi model pembangunan perbatasan di NTT bahkan Indonesia.
“Bukan wilayah terluar yang tertinggal, tetapi wilayah terdepan yang membanggakan republik,” ujarnya.
Menurutnya, jika Belu adalah beranda NKRI, maka pemudanya adalah tiang penyangga. Bila tiang itu kuat, Republik akan berdiri kokoh.
Pelantikan dan Rakercab ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus deklarasi gerakan nyata, gerakan pemuda, gerakan ekonomi rakyat, gerakan ketahanan pangan, dan gerakan nasionalisme.
Winston berpesan kepada pengurus yang baru dilantik agar tidak mengecilkan cita-cita dan tidak takut bekerja demi Rai Belu tercinta.
“Tuhan memberkati perjuangan kita semua. Cinta Tuhan Cinta Nusa Bangsa. Ora et Labora,” pungkasnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









