Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga tradisi keilmuan, amaliah, dan spiritualitas yang telah diwariskan para ulama Nahdlatul Ulama dari generasi ke generasi.
Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, keberadaan majelis ilmu dinilai menjadi sarana penting untuk memperkuat pemahaman Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat, toleran, dan menyejukkan. Selain menjadi wadah memperdalam ilmu agama (tafaqquh fid din), kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi yang mempererat persaudaraan antarwarga Nahdliyin dan masyarakat luas.
Panitia berharap Kajian Malam Jumat Legi dapat terus menjadi wadah pembinaan umat dan penguatan tradisi ke-NU-an di Kabupaten Ende. Dengan menghadirkan kajian kitab-kitab klasik, pembacaan selawat, tahlil, dan diskusi keagamaan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami ajaran agama secara baik, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan akhirnya ditutup dengan doa bersama. Meski acara telah berakhir, semangat para peserta untuk terus belajar dan mendalami ilmu agama tetap terasa. Antusiasme yang ditunjukkan sepanjang kegiatan menjadi bukti bahwa tradisi keilmuan, kecintaan terhadap ulama, dan semangat menjaga amaliah Ahlussunnah wal Jamaah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Ende.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









