Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Petani di NTT Ketiban Rezeki dari Program MBG

Avatar photo
Reporter : Bung Yan Editor: Redaksi
Kebun Buncis Petani di Manggarai

Menurut Mikael, mentimun menjadi komoditas yang paling terasa dampaknya. Sebelum ada MBG, harga mentimun jenis baru yang ia tanam hanya berkisar Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogram.

“Dulu mentimun besar seperti ini cuma seribu rupiah per kilo,” ujarnya mengenang.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kini kondisinya jauh berbeda. Karena seluruh hasil panen diserap dapur MBG, harga mentimun melonjak hingga Rp10 ribu sampai Rp12 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati TTS Kunjungi Desa Persiapan Usif Naitetus, Soroti Jalan Rusak dan Penerangan Listrik

Kenaikan harga yang signifikan ini menjadi angin segar bagi petani yang sebelumnya harus menghadapi fluktuasi harga pasar.

Program MBG tak hanya berdampak pada peningkatan gizi penerima manfaat, terutama siswa sekolah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi petani lokal.

Baca Juga :  ARAKSI Akan Temui Pemda, Desak BGN Benahi Pengelolaan MBG di TTS

Dengan adanya kepastian pasar, petani lebih berani meningkatkan produksi, membeli bibit berkualitas, hingga memperluas lahan tanam.

Para petani berharap program ini terus berlanjut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Bagi mereka, MBG bukan sekadar program sosial, tetapi juga motor penggerak ekonomi dan penguat ketahanan pangan daerah.

Baca Juga :  Pilih Nomor 6! Yohanes Sason Helan Siap Pimpin Kopdit Swasti Sari Periode 2026–2028

Kini, tantangan utama petani Manggarai bukan lagi soal menjual hasil panen, melainkan bagaimana meningkatkan kapasitas produksi untuk menjawab permintaan yang terus meningkat.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com

+ Gabung

  • Bagikan