Ia menjelaskan, pengembangan usaha tersebut dapat dilakukan melalui konsep One Village One Product (OVOP), One School One Product (OSOP), dan One Community One Product (OCOP).
Ketiga program ini akan menjadi pilar penopang pengembangan NTT Mart sebagai wadah pemasaran produk lokal.
Gubernur menambahkan, sebagai daerah induk dari Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Tengah, Sumba Barat diharapkan dapat menjadi daerah yang lebih maju dan mampu menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di NTT.
Ia menegaskan bahwa skema penyaluran KUR dari bank Himbara, terutama Bank NTT pada tahun 2026, harus terintegrasi dengan program OVOP, OSOP, dan OCOP. Skema tersebut akan disesuaikan dengan ketentuan penyaluran KUR serta dievaluasi secara berkala.
Selain itu, Gubernur juga memaparkan data kemiskinan di NTT berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS). Pada September 2024, angka kemiskinan di NTT tercatat sebesar 19,02 persen dari total penduduk. Angka tersebut kemudian menurun menjadi 17,5 persen pada September 2025, atau turun sekitar 1,52 persen.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








