Di wilayah kepulauan dan daerah terpencil, akses terhadap lembaga keuangan formal masih menjadi tantangan bagi masyarakat.
“KSP Kopdit Pintu Air hadir sebagai jembatan yang menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan akses permodalan yang lebih manusiawi. Melalui koperasi, masyarakat kecil yang sebelumnya tidak terjangkau layanan perbankan kini memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Melki.
Ia menambahkan, koperasi tidak hanya menyediakan layanan simpan pinjam, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi melalui pendidikan literasi keuangan, sistem permodalan berbasis kepercayaan antar anggota, serta solidaritas sosial yang membantu anggota ketika menghadapi risiko ekonomi atau musibah.
Gubernur juga menyebutkan bahwa sekitar 60 persen masyarakat NTT bergerak di sektor pertanian, peternakan, dan UMKM.
Karena itu, koperasi diharapkan terus memperluas perannya dalam mendorong sektor produktif serta hilirisasi usaha anggota.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









