“Harmoni bukan berarti sama, tetapi seimbang. Kita tidak harus menyeragamkan, namun bisa hidup berdampingan dengan saling menghormati. Seperti nada dalam lagu dan warna dalam lukisan, perbedaan itulah yang membuat kita indah,” jelasnya.
Ia juga menyoroti praktik toleransi yang nyata di tengah masyarakat, seperti aktivitas berburu takjil di sekitar gereja tanpa mengganggu umat yang beribadah, hingga pembagian hampers oleh peserta pawai ke gereja-gereja.
“Di mana pun saya sampaikan, inilah wajah kita. Kita hidup dalam harmoni. Kota Kupang adalah rumah bersama yang damai, inklusif, dan penuh kasih,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Kota Kupang, sekaligus mengajak semua pihak untuk terus menjaga kerukunan dan persaudaraan.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mari kita terus merawat harmoni dan kebersamaan di Kota Kupang yang kita cintai,” pungkasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
