Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Di Balik “Tap Bensin” di SPBU Malaka, Ada Dugaan Perlakuan Istimewa

Avatar photo
Reporter : Yan Bere Editor: Redaksi
Kondisi Tap Bensin di SPBU Webriamata, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka

Kedua, adanya celah pengawasan. Sistem distribusi BBM subsidi masih memiliki kelemahan, terutama dalam pengawasan di tingkat lapangan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Jika tidak ada kontrol ketat, maka praktik pengisian berulang ini sangat mungkin terjadi. Bahkan, jika ada “pembiaran”, maka ini menjadi indikasi lemahnya pengawasan atau bahkan adanya relasi tertentu antara oknum dan pelaku.

Baca Juga :  Waspada! Hujan Deras di Malaka Diprediksi Berlanjut, Risiko Banjir Meningkat

Ketiga, kemungkinan adanya kepentingan tertentu. Ini yang paling sensitif. Jika benar ada “perlakuan istimewa”, maka publik patut curiga apakah ada permainan di balik layar.

Apakah ada oknum yang diuntungkan? Apakah ada sistem tidak resmi yang berjalan? Pertanyaan-pertanyaan ini penting dijawab secara terbuka.

Baca Juga :  Polemik Gaji Nakes PPPK Rp300 Ribu di Alor : Cermin Rapuhnya Fiskal Daerah dan PR Besar PAD

Di sisi lain, perlu juga diakui bahwa tidak semua praktik “tap bensin” bermakna negatif. Bisa saja ada masyarakat yang membeli dalam jumlah kecil karena keterbatasan ekonomi. Namun, yang menjadi persoalan adalah ketika aktivitas ini dilakukan secara berulang, masif, dan terorganisir hingga berpotensi merugikan masyarakat luas.

Baca Juga :  Paskah dan Generasi Muda : Bangkit, Bergerak, dan Berdampak

Fenomena ini pada akhirnya bukan sekadar soal antrean di SPBU, tetapi menyangkut keadilan distribusi energi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com

+ Gabung

  • Bagikan