NARASITIMOR.COM || Tulisan ini bukan sekadar gema dari Seruan Paskah DPP GAMKI 2026.
Ia adalah suara hati sebuah kegelisahan yang lahir dari tanah kering Nusa Tenggara Timur (NTT), tempat iman diuji bukan di altar yang megah, tetapi di ladang retak, sumur yang mengering, dan perut-perut yang belum sepenuhnya kenyang.
Sebagai pemuda Kristen di Flobamora, kita tidak bisa lagi memaknai Paskah sebagai rutinitas tahunan yang berhenti di gereja.
Paskah adalah peristiwa yang mengguncang sebuah deklarasi bahwa kematian bukan akhir, dan ketidakadilan bukan takdir.
Paskah yang Menyentuh Luka Nyata
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







