Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Paskah di Tanah Kering : Ketika Iman yang Bergerak, Bukan Sekadar Dirayakan!

Avatar photo
Reporter : Yan Bere Editor: Redaksi
Oleh: Winston Neil Rondo (Ketua DPD GAMKI NTT)

Dunia boleh berbicara tentang krisis global dan perubahan iklim, tetapi di NTT, krisis itu punya wajah yang sangat konkret.

Ia hadir dalam kemiskinan yang tak kunjung surut, angka stunting yang mengintai masa depan generasi, dan krisis air yang seperti warisan pahit yang terus diturunkan.

Di sinilah Paskah menemukan maknanya yang paling jujur.

Kubur kosong bukan sekadar simbol kemenangan spiritual, tetapi perlawanan terhadap segala bentuk penindasan yang membelenggu rakyat kecil. Salib hari ini bukan lagi kayu di Golgota, melainkan realitas sosial yang kita lihat dan rasakan setiap hari.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda NTT Amankan Prosesi Laut Galilea di Teluk Kupang

Jika Kristus memilih jalan penderitaan untuk menebus manusia, maka iman kita seharusnya tidak nyaman. Ia harus gelisah. Ia harus bergerak. Dan di situlah kehadiran GAMKI diuji, apakah ia benar-benar hadir sebagai jawaban, atau hanya menjadi penonton yang fasih berbicara?

Baca Juga :  Jane Natalia Suryanto Ucapkan Selamat Hari Raya Paskah 2026

Menanam Air, Menanam Harapan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com

+ Gabung

  • Bagikan